Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan orang ingin selalu diperhatikan
dan dipandang baik oleh orang lain. Berusaha menampilkan ataupun
menunjukan kepada orang lain bahwa dirinya adalah yang terbaik itu
boleh-boleh saja, tetunya dengan cara-cara yang sportif, santun dan
tidak menjatuhkan orang lain. Mungkin sifat seperti itu memang sudah
kodratnya sebagai manusia biasa. Namun, hal itu justru dapat berdampak
negative jika sudah melampaui batas-batas kewajaran.
Mengakui kesalahan sendiri jika memang salah bukanlah hal yang mudah.
Bahkan acap kali melemparkan kesalahan tersebut kepada orang lain
sering terjadi sehingga tidak jarang justru hal tersebut menimbulkan
saling lempar kesalahan diantara sesama. Tentu sifat dan sikap semacam
ini tidak layak untuk dicontoh.
Meskipun pada kenyataannya mungkin masih ada yang tetap berlaku jujur
dan mau mengakui kesalahannya jika memang salah, tetapi saya rasa
jumlahnya tidaklah banyak.
Jadilah individu yang berjiwa kesatria, yang berani mengatakan benar
jika memang benar kenyataannya, dan berani mengatakan salah jika
demikian adanya. Tunjukkan dengan sikap dan perbuatan dalam keseharian
kita. Kerjakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita.
Oleh karena itu, dibawah ini ada beberapa hal sederhana agar kita menjadi individu yang berjiwa kesatria:
Selalu berpikir positif.
Mengambil hikmah setiap masalah yang datang menghampiri. Apa yang menjadi penyebab munculnya masalah tersebut kita koreksi dan perbaiki agar di kemudian hari masalah tersebut tidak kembali muncul kepermukaan.
Mengambil hikmah setiap masalah yang datang menghampiri. Apa yang menjadi penyebab munculnya masalah tersebut kita koreksi dan perbaiki agar di kemudian hari masalah tersebut tidak kembali muncul kepermukaan.
Percaya diri.
Menumbuhkan sikap percaya diri memang tidaklah mudah. Untuk itu secara bertahap mulailah percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Contoh yang paling sederhana adalah utarakan pendapat anda kepada teman, rekan, ataupun atasan sekalipun dari mulai hal-hal kecil tetapi berbobot dan berkualitas.
Menumbuhkan sikap percaya diri memang tidaklah mudah. Untuk itu secara bertahap mulailah percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Contoh yang paling sederhana adalah utarakan pendapat anda kepada teman, rekan, ataupun atasan sekalipun dari mulai hal-hal kecil tetapi berbobot dan berkualitas.
Jangan terlalu banyak mengeluh.
Karena semakin banyak mengeluh akan membuat mindset kita menjadi negative. Alangkah lebih baik lakukan sebisa yang kita mampu. Urusan benar atau salah biar nanti di belakangan. Yang terpenting kita mau mencoba dan optimis dengan apa yang sudah kita kerjakan. Maka mulailah secara bertahap hilangkan kata “Aduh, ahh, Kok gini ya, dsb”.
Karena semakin banyak mengeluh akan membuat mindset kita menjadi negative. Alangkah lebih baik lakukan sebisa yang kita mampu. Urusan benar atau salah biar nanti di belakangan. Yang terpenting kita mau mencoba dan optimis dengan apa yang sudah kita kerjakan. Maka mulailah secara bertahap hilangkan kata “Aduh, ahh, Kok gini ya, dsb”.
Berani mengambil keputusan
Menentukan sebuah keputusan yang tidak memberatkan pada salah satu pihak atau keputusan yang sama-sama baiknya bagi banyak pihak bukanlah hal yang mudah. Tetapi hal tersebut dapat dilatih sehingga kita dapat menentukan sebuah keputusan yang fair yakni tidak berat sebelah. Maka, biasakanlah berkata benar jika memang benar, dan berkata salah jika demikian adanya.
Menentukan sebuah keputusan yang tidak memberatkan pada salah satu pihak atau keputusan yang sama-sama baiknya bagi banyak pihak bukanlah hal yang mudah. Tetapi hal tersebut dapat dilatih sehingga kita dapat menentukan sebuah keputusan yang fair yakni tidak berat sebelah. Maka, biasakanlah berkata benar jika memang benar, dan berkata salah jika demikian adanya.
Selesai.
Sumber : http://izamnurhakim.blogdetik.com/

