TIPS MWMILIKI JIWA KSATRIA

| Rabu, 26 Februari 2014

Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan orang ingin selalu diperhatikan dan dipandang baik oleh orang lain. Berusaha menampilkan ataupun menunjukan kepada orang lain bahwa dirinya adalah yang terbaik itu boleh-boleh saja, tetunya dengan cara-cara yang sportif, santun dan tidak menjatuhkan orang lain. Mungkin sifat seperti itu memang sudah kodratnya sebagai manusia biasa. Namun, hal itu justru dapat berdampak negative jika sudah melampaui batas-batas kewajaran.
Mengakui kesalahan sendiri jika memang salah bukanlah hal yang mudah. Bahkan acap kali melemparkan kesalahan tersebut kepada orang lain sering terjadi sehingga tidak jarang justru hal tersebut menimbulkan saling lempar kesalahan diantara sesama. Tentu sifat dan sikap semacam ini tidak layak untuk dicontoh.
Meskipun pada kenyataannya mungkin masih ada yang tetap berlaku jujur dan mau mengakui kesalahannya jika memang salah, tetapi saya rasa jumlahnya tidaklah banyak.
Jadilah individu yang berjiwa kesatria, yang berani mengatakan benar jika memang benar kenyataannya, dan berani mengatakan salah jika demikian adanya. Tunjukkan dengan sikap dan perbuatan dalam keseharian kita. Kerjakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita.
Oleh karena itu, dibawah ini ada beberapa hal sederhana agar kita menjadi individu yang berjiwa kesatria:
Selalu berpikir positif.
Mengambil hikmah setiap masalah yang datang menghampiri. Apa yang menjadi penyebab munculnya masalah tersebut kita koreksi dan perbaiki agar di kemudian hari masalah tersebut tidak kembali muncul kepermukaan.
Percaya diri.
Menumbuhkan sikap percaya diri memang tidaklah mudah. Untuk itu secara bertahap mulailah percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Contoh yang paling sederhana adalah utarakan pendapat anda kepada teman, rekan, ataupun atasan sekalipun dari mulai hal-hal kecil tetapi berbobot dan berkualitas.
Jangan terlalu banyak mengeluh.
Karena semakin banyak mengeluh akan membuat mindset kita menjadi negative. Alangkah lebih baik lakukan sebisa yang kita mampu. Urusan benar atau salah biar nanti di belakangan. Yang terpenting kita mau mencoba dan optimis dengan apa yang sudah kita kerjakan. Maka mulailah secara bertahap hilangkan kata “Aduh, ahh, Kok gini ya, dsb”.
Berani mengambil keputusan
Menentukan sebuah keputusan yang tidak memberatkan pada salah satu pihak atau keputusan yang sama-sama baiknya bagi banyak pihak bukanlah hal yang mudah. Tetapi hal tersebut dapat dilatih sehingga kita dapat menentukan sebuah keputusan yang fair yakni tidak berat sebelah. Maka, biasakanlah berkata benar jika memang benar, dan berkata salah jika demikian adanya.
Selesai.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲